My Sugar Boyfriend

1923 Kata

Darren melirik sekilas ke arah Alena yang duduk nyaman di kursi penumpang, kedua tangannya sibuk memegang burger yang sudah berkurang setengah. Bau kentang goreng dan daging memenuhi kabin mobil yang hening, hanya ditemani suara mesin yang menyala pelan. “Kok malah junk food,” ujar Darren sambil tersenyum tipis. “Padahal saya sudah siap ngajak kamu makan proper dinner. Restoran biasa, suasana tenang, kamu tinggal duduk manis.” Alena tetap fokus mengunyah, lalu menyesap soda dari gelas sekali pakai itu sebelum menoleh. Wajahnya datar, tapi matanya tenang. “Because I want it,” katanya ringan. “Aku lagi nggak nafsu makan di restoran, Om. Lagi pengen ini aja.” Darren terkekeh pelan, jemarinya mengetuk setir sekali. “Hmm… sounds suspicious.” Ia melirik lagi, kali ini lebih lama. “Jangan-jang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN