Kesibukan Darren di rumah justru semakin padat, bukannya berkurang. Pria yang biasanya tenggelam dalam jadwal meeting dan perjalanan bisnis itu kini lebih sering berada di rumah, memastikan Alena memperoleh dukungan penuh selama menjalani kehamilan yang tidak mudah. Pukul sembilan pagi, Darren sudah duduk di ruang kerja pribadinya. Laptopnya menyala, sementara tumpukan dokumen tersusun rapi di sisi meja. Jamie masuk membawa secangkir kopi hitam yang masih mengepul. “Pak, ini berkas untuk tim medis yang Bapak minta,” ujar Jamie sambil meletakkan map biru di atas meja. “Saya sudah menghubungi tiga rekomendasi. Dua dokter kandungan dan satu bidan senior yang siap siaga dua puluh empat jam.” Darren mengangguk lalu membuka map tersebut dan membaca isinya dengan cepat. “Baik. Atur wawancara u

