Sorot Hakim.

1136 Kata

Suasana ruang sidang kembali menegang ketika hakim yang memimpin persidangan mengetukkan palu tiga kali. Ketukan itu menggema, membuat semua orang yang tadinya berbisik-bisik langsung terdiam. Udara dingin dari pendingin ruangan bercampur dengan hawa panas dari ratusan tatapan yang tertuju pada satu titik: Reno Raksadipura. Reno duduk di kursi terdakwa, tangannya terborgol di depan. Wajahnya memerah, urat-urat di lehernya menegang seakan setiap kata dari saksi sebelumnya adalah pukulan telak yang mengenai harga dirinya. Ia baru saja berusaha membantah kesaksian Jayne, menyudutkan, bahkan menuduh balik. Namun kali ini, suaranya sudah melemah. Keringat menetes di pelipisnya, padahal ruangan tidak panas. Hakim, seorang pria paruh baya dengan wajah keras namun berwibawa, menatap Reno lama se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN