Bab 15. Calon Papa

1241 Kata

Melihat Aluna yang terdiam membeku, Ares justru menyunggingkan senyum tipis penuh misteri. Ia tahu betul, wanita yang berdiri di hadapannya itu sedang diliputi kebingungan, terpaku oleh perubahan sikapnya yang tiba-tiba. Tapi bagi Ares, semua ini hanyalah permainan biasa. "Aku boleh masuk, 'kan? Aku ngin bertemu dengan calon anakku." Suaranya rendah, penuh harap. "Aku juga membawa hadiah perkenalan," katanya sambil mengangkat tentengan di tangannya. Menghela napas panjang, tatapan Aluna tajam. "Tidak perlu. Sekarang juga, lebih baik Pak Ares pergi dari sini. Ini sudah malam, saya dan anak saya mau beristirahat." Ares mengernyit, suaranya pecah, "Kamu mengusirku? Calon suamimu sendiri?" "Maaf, Pak ...." Aluna menegaskan, suaranya bergetar menahan emosi. "Jujur, saya bingung sekali denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN