Tatapan Tajam Tara

1213 Kata

Aku berdiri di depan pintu kaca besar bertuliskan WS Entertainment. Gedungnya tinggi menjulang, penuh dengan kaca, memantulkan cahaya matahari hingga membuatku terasa kecil. Aku menarik napas sebentar sebelum melangkah masuk. Begitu pintu otomatis terbuka, AC lobby langsung menyergap—dingin, wangi, dan membuatku gugup. Resepsionis tersenyum ramah. “Selamat siang, Mbak. Ada keperluan bertemu dengan siapa?” “Saya ada janji dengan Mas Farel,” jawabku. “Silakan duduk dulu, Mbak.” Aku mengangguk lalu memilih sofa dekat pilar. Tangan refleks memeluk rantang makanan yang kubawa, memastikan tak ada yang tumpah saat perjalanan tadi. Baru duduk lima detik… telingaku menangkap sesuatu. Tok. Tok. Tok. Aku mendongak. Dari pintu masuk, seseorang berjalan masuk seolah sedang syuting iklan shampo.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN