Hari demi hari berlalu, dan Delima terus mencoba menemui suaminya di penjara. Namun, hasilnya selalu sama-Nando menolak untuk bertemu. Ia bahkan tidak bisa menghubunginya melalui telepon. Rasanya seperti Nando menghilang dari hidupnya. Kemudian, suatu pagi, sebuah surat dari pengadilan agama tiba di rumah orang tua Delima. Saat membacanya, wanita itu terdiam, tubuhnya membeku. Surat itu adalah permohonan cerai dari suaminya. Delima menjatuhkan surat itu ke lantai, tangannya gemetar. "Tidak... ini tidak mungkin," bisiknya. Ibu Rahayu yang melihatnya langsung mendekat. "Delima, apa ini?" tanya beliau khawatir. Delima tidak bisa menjawab. Ia hanya menatap kosong ke depan, seperti tidak percaya apa yang baru saja ia baca. Hatinya hancur berkeping-keping. Beberapa hari kemudian, Delima b

