Suasana tenda pernikahan yang dihiasi nuansa putih dan emas tampak khidmat. Para tamu mulai berdatangan, membawa senyum dan doa untuk pasangan yang akan menikah. Delima, dalam balutan kebaya putih dengan sulaman bunga-bunga kecil, duduk di samping Elang. Lelaki itu mengenakan beskap putih terlihat gagah dan penuh percaya diri. Namun, di hati Delima, kegundahan terus menggelayut. Prosesi akad nikah akan segera dimulai. Ayah Delima, Pak Irwan, sudah duduk di depan penghulu, bersiap untuk menyerahkan tanggung jawab putrinya kepada Elang. Delima mencoba fokus, tetapi hatinya terasa berat. Ketika penghulu mulai berbicara, Delima merasakan sesuatu yang aneh, seolah ada energi tak biasa di belakangnya. Nalurinya memaksanya untuk menoleh. Dan di sanalah ia melihatnya. Nando, dengan kemeja puti

