Delima terbangun perlahan di atas ranjang rumah sakit. Kepalanya berat dengan pandangan yang buram. begitu kesadarannya kembali, wanita itu langsung teringat pada apa yang trejadi sebelumnya. "Nando!" serunya sambil mencoba bangkit, tapi tubuhnya terlalu lemah. Elang yang duduk di sudut ruangan mendekat. "Tenang, kamu baru saja pingsan. Kamu butuh istirahat." "Mana Nando? Apa yang kalian lakukan padanya?" Delima menatap elang dengan mata penuh kebencian. Elang menghela napas panjang. "Dia sudah ditahan. Dia dibawa ke kantor polisi dan dia akan baik-aik saja." "Baik-baik saja?" Delima hampir tertawa, tetapi air matanya lebih dulu mengalir. "Kamu pikir dia baik-baik saja? Dia terluka, Elang! Kamu tahu itu!" Elang duduk di tepi ranjang, berusaha menenangkan wanita itu. "Aku harus m

