Seperti peribahasa pucuk dicinta ulam pun tiba, yang berarti mendapat sesuatu yang telah lama diharapkan, begitu juga yang sedang dirasakan oleh seorang wanita muda itu, yang akhirnya bertemu secara tidak sengaja dengan orang-orang yang sangat ingin dia temui, namun selalu dilarang oleh keluarganya. Begitu dia melihat orang-orang yang pernah dia sakiti di masa lalunya, dia reflek memanggilnya, dan air matanya refleks jatuh begitu saja saat akhirnya dia benar-benar bisa bertemu dengan dua orang itu. “Kak Galen, Kak Lova, bisa, kita bicara sebentar? Kumohon.” Pinta Lolyta sambil menyusut air matanya. Lova dan Galen masih tertegun, Galen pun mengeratkan genggaman tangannya pada sang istri lalu melihat ke arah Lova untuk menebak bagaimana ekspresi wanita itu. Sedang Lova masih berusaha

