Jevian 87

2709 Kata

Mobil berhenti tepat di depan butik Dior yang berdiri anggun di salah satu jalan paling prestisius Paris. Kaca etalasenya berkilau, menampilkan gaun-gaun elegan, tas-tas ikonik, dan sepatu yang tampak seperti karya seni. Clara menatap ke luar jendela cukup lama, jari-jarinya tanpa sadar meremas ujung bajunya sendiri. “Jev…” Clara menelan ludah. “Kita… yakin ke sini?” Jevian mematikan mesin, lalu menoleh. “Kenapa?” Clara tersenyum kaku. “Tempatnya terlalu… mewah.” Jevian membuka sabuk pengamannya. “Itu kan tujuannya.” “Aku nggak cocok,” gumam Clara. “Aku cuma—” Jevian turun lebih dulu, lalu berjalan mengitari mobil dan membuka pintu untuk Clara. Ia mengulurkan tangan. “Ayo.” Clara tidak langsung menyambutnya. “Jevian, aku serius. Aku nggak nyaman.” Jevian menunduk sedikit agar sejaj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN