Jevian 78

1633 Kata

Yeri kini hidup seperti bayangan. Tidak ada lagi apartemen mewah dengan jendela besar yang menghadap kota. Tidak ada lagi butik favorit, kafe mahal, atau pusat perbelanjaan yang dulu bisa ia datangi tanpa berpikir dua kali. Dunia Yeri menyempit, menyusut menjadi kamar-kamar sempit yang selalu berbeda, bau apek yang menempel di pakaian, dan tas kecil berisi barang-barang yang selalu siap dibawa pergi kapan saja. Ia berpindah-pindah tempat. Hari ini di rumah kontrakan tua di pinggiran kota, besok di kamar kos murah yang bahkan tidak memiliki jendela memadai, lalu beberapa hari kemudian di penginapan kecil yang pembayarannya harus tunai dan tanpa banyak tanya. Setiap kali malam tiba, Yeri tidak pernah benar-benar tidur nyenyak. Setiap suara langkah di lorong membuatnya terlonjak. Setiap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN