Ruang kerja Jevian terasa tenang. Terlalu tenang, bahkan. Lampu meja menyala redup, memantulkan cahaya hangat ke permukaan meja kayu yang rapi. Laptop terbuka, layar menampilkan dua tab besar yang sengaja dibiarkan berdampingan. Italy Honeymoon Turkey Honeymoon Jevian menyandarkan punggungnya ke kursi, menghela napas pelan sambil menekan pelipisnya dengan ibu jari dan telunjuk. “Kenapa malah jadi susah begini…” gumamnya. Ia bukan tidak pernah mengambil keputusan besar. Dalam hidupnya, ia terbiasa menentukan arah bisnis, investasi bernilai besar, bahkan keputusan yang menyangkut ratusan orang. Tapi sekarang—soal satu hal kecil bernama bulan madu—kepalanya justru penuh. Italia. Turki. Jevian memutar kursinya sedikit, lalu berdiri. Ia berjalan mendekati jendela ruang kerja. Dari sana,

