Jevian menatap wajah Clara yang masih terkesima melihat botol wine kristal yang disajikan pelayan restoran mewah di Menara Eiffel malam itu. Cahaya lampu kota Paris memantul di gelas-gelas kristal yang tersusun rapi di meja mereka. Kerlipnya menciptakan suasana romantis yang sulit dipercaya oleh Clara. Angin malam Paris masuk melalui dinding kaca besar restoran, membuat helaian rambut panjang Clara bergerak pelan, dan tanpa sadar Jevian ikut terpaku memperhatikannya. Clara memegang gelas wine itu dengan hati-hati. Ada sedikit keraguan terlihat dari caranya menatap warna merah tua yang berputar lembut di dalam gelas. Dia menelan ludah. Baginya, semuanya terasa sangat mahal dan mewah. Terlalu mewah, sampai-sampai dia takut menjatuhkan gelas itu. Jevian tertawa tipis melihat ekspresi Clara.

