Pagi ituu datang dengan cahaya matahari yang masuk perlahan melalui jendela besar rumah baru mereka. Tirai tipis berwarna krem bergerak lembut tertiup angin pagi. Clara sudah terbangun sejak subuh. Ia berbaring miring, menatap wajah Jevian yang masih tertidur pulas di sampingnya. Clara menelan ludah, lalu berbisik pelan. “Ini… rumah kitaa.” Jevian mengerang pelan, matanya masih terpejam. “Kamu ngomel apa dari tadi?” Clara langsung menutup mulutnya dengan tangan, lalu tertawa tertahan. “Aku bangunin kamu ya?” “Sudah kebangun dari lima menit lalu,” jawab Jevian malas. “Aku cuma nunggu kamu sadar kalau sekarang statusmu sudah resmi jadi istri yang hobi bangun pagi.” Clara memukul d**a Jevian pelan. “Jahat.” Jevian membuka mata sepenuhnya, menatap Clara dengan senyum tipis yang masih

