Malam perlahan turun di rumajh baru mereka. Lampu-lampu di halaman depan menyala lembut, memantulkan cahaya ke dinding putih rumah bergaya Eropa modern itu. Di dalam, suasana terasa hangat dan tenang. Clara berdiri di tengah ruang keluarga, masih mengenakan pakaian rumah yang sederhana, rambutnya tergerai sedikit berantakan karena seharian beraktivitas. “Aneh ya,” ucap Clara pelan. Jevian yang sedang menaruh kunci mobil di atas meja menoleh. “Apa?” “Rumahnya besar, tapi rasanya hangat. Tidak terasa kosong.” Jevian tersenyum kecil. “Karena sudah ada kamu.” Clara menoleh cepat. “Kamu selalu begitu.” “Begitu bagaimana?” “Mudah sekali membuat aku malu.” Jevian tertawa kecil, lalu berjalan ke arah sofa dan duduk santai. “Kamu mau ngapain malam ini?” Clara berpikir sebentar. “Aku tidak

