Proses hukum terhadap Carden bergerak seperti badai besar yang tidak bisa dihentikan. Begitu polisi membawa lelaki itu keluar dari rumah kumuh tempat ia menjebak Clara, semua bukti mulai tersusun bagai potongan puzzle yang selama ini terpecah. Nama Carden—yang sebenarnya sudah lama tercatat sebagai pelaku banyak kasus—akhirnya muncul ke permukaan dengan segala dosa yang ia sembunyikan selama ini. Sejak malam itu, kota seakan tidak tidur. Hiruk-pikuk media, pihak kepolisian yang terus keluar masuk kantor, para penyidik yang membawa berkas setebal bantal, dan tekanan dari dunia luar membuat proses pemeriksaan terhadap Carden berjalan lebih cepat dari kasus-kasus lain. Di ruang tahanan, Carden duduk dengan tangan diborgol, wajahnya kusut dan penuh kemarahan. Ia berulang kali mencoba membero

