Clara duduk diam di sofa kecil yang berada di sudut ruang kerja Jevian. Punggungnya tegak, kedua tangannya terlipat di pangkuan, namun jemarinya saling menggenggam erat seolah menahan sesuatu agar tidak runtuh. Sesekali ia mengalihkan pandangan ke arah jendela besar, memperhatikan lalu lintas kota yang terlihat kecil dari ketinggian lantai itu. Namun pikirannya tidak pernah benar-benar pergi ke luar sana. Di seberangnya, Lee Yeri duduk santai di kursi tamu yang lebih dekat dengan meja kerja Jevian. Kaki jenjangnya disilangkan anggun. Ponsel berada di tangannya, jemarinya menari ringan di layar seolah tidak ada beban apa pun di dunia ini. Sesekali Yeri tersenyum kecil sendiri, entah membaca pesan apa, entah sengaja ingin menunjukkan betapa nyamannya ia berada di ruangan itu. Clara menarik

