Jevian 63

1632 Kata

Clara masih duduk di sofa ruang tengah apartemen dengan tubuh sedikit meringkuk. Ponselnya tergeletak di atas meja, layarnya sudah lama mati, namun pikirannya terus menyala. Nama itu kembali muncul di benaknya tanpa izin. Yeri. Clara menghela napas pelan, berusaha menenangkan dadanya yang terasa sesak. Ia mencoba mengingat kembali semua sikap Jevian selama ini. Lelaki itu tidak pernah kasar, tidak pernah berbohong terang-terangan, bahkan selalu terlihat tulus. Namun justru karena itulah, rasa takutnya semakin besar. Clara takut dikhianati tanpa pernah diberi tanda. “Apa aku terlalu percaya?” gumamnya lirih, lebih pada dirinya sendiri. Sementara itu, di depan apartemen Yeri, Jevian berdiri kaku. Tubuhnya seperti membatu saat bibir Yeri tadi menyentuh pipinya. Bukan karena menikmati, mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN