Clara tidak pernah menyangka pagi ini akan menjadi salah satu pagi paling lucu dalam hidupnya. Begitu ia keluar dari kamar mandi, dengan rambut setengah basah dan pipi merona lembut, ia langsung terhenti melihat Jevian berdiri di depan kompor kecil apartemen, membelakanginya, memakai piyama warna pink pastel lengkap dengan celana panjang yang punya motif awan-awan kecil. Tapi yang jauh lebih lucu, tentu saja, adalah bando kelinci yang bertengger manis di atas kepala lelaki itu. Clara mematung sejenak. Bukan karena tidak pernah melihat Jevian memakai hal lucu sebelumnya—karena setahu Clara, Jevian sangat menjaga wibawanya. Tapi pemandangan ini… terlalu langka. Terlalu menggemaskan. Terlalu memancing tawa. Dan akhirnya tawa itu meledak begitu saja. Clara menutup mulut, tapi suaranya tetap

