Jevian 55

980 Kata

Clara pulang ke apartemen saat langit sudah mulai gelap. Lampu-lampu kota menyala dari balik jendela besar di lorong apartemen, namun suasana di dalam justru terasa sunyi. Begitu pintu ditutup, Clara berdiri sejenak di ruang tamu, menatap sekeliling. “Jevian?” panggilnya pelan. Tidak ada jawaban. Ia meletakkan tasnya di sofa, lalu berjalan ke arah kamar. Kosong. Kamar mandi juga kosong. Alis Clara sedikit berkerut. Biasanya, jika Jevian tidak keluar, lelaki itu akan terlihat di salah satu sudut apartemen. “Kemana dia…” gumam Clara lirih. Clara melangkah ke arah ruang kerja Jevian. Pintu ruang kerja itu sedikit terbuka, memperlihatkan cahaya lampu yang menyelinap keluar. Begitu Clara mengintip ke dalam, langkahnya terhenti. Jevian ada di sana. Duduk di kursi kerjanya, mengenakan keme

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN