Vanessa melangkah memasuki rumah keluarga Handsone dengan penuh percaya diri. Sepatunya berdetak keras di lantai marmer, memberi kesan bahwa ia memang ingin semua orang di rumah itu tahu bahwa ia datang. Senyum angkuhnya terpampang jelas di wajah, seolah ia adalah ratu yang hendak mengambil takhta. Briana yang sedang duduk di ruang tamu langsung mengangkat wajah ketika mendengar suara langkah itu. Matanya menyipit saat melihat Vanessa berdiri di depan pintu ruang tamu dengan gaun mencolok dan parfum yang menusuk hidung. "Mama mertua, apa Mama tidak menyuruh siapa pun untuk menyambutku?" tanya Vanessa dengan suara dibuat manja. "Aku tidak menyuruh siapa pun karena aku tidak mengundangmu," jawab Briana dingin. Vanessa tertawa kecil lalu berjalan mendekat, duduk tanpa meminta izin. "Ah, M

