Sejak Clara kembali dari rumah sakit, Jevian benar-benar berubah menjadi seseorang yang hampir tidak bisa dipercaya oleh siapa pun yang pernah mengenalnya dulu. Tidak ada lagi Jevian yang hanya sesekali protektif, tidak ada lagi Jevian yang membiarkan Clara bebas melakukan apa pun yang diinginkannya. Kini Jevian menjadi sosok yang selalu berada dua langkah di depan, mengawasi, menilai, memastikan setiap detail kecil tidak membahayakan Clara sedikit pun. Pagi itu, Clara baru saja bangun. Rambutnya berantakan, matanya masih sembap karena tidur cukup panjang. Ia berjalan pelan ke dapur, berniat membuat teh hangat untuk dirinya sendiri. Namun baru saja ia membuka lemari tempat menyimpan teh, Jevian tiba-tiba muncul dari arah ruang kerja dengan langkah cepat. “Aku buatkan,” katanya tanpa menu

