Pagi yang sebelumnya terasa hangat dan tenang itu berubah dalam hitungan detik. Ponsel Jevian yang tergeletak di atas meja kecil dekat balkon tiba-tiba bergetar keras. Suaranya memecah keheningan. Jevian yang sedang menuangkan kopi berhenti seketika. Ia menoleh cepat, lalu meraih ponsel itu dengan gerakan tergesa. Clara yang berdiri di dekat balkon langsung menoleh. Dari raut wajah Jevian saja, Clara sudah bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres. “Jevian?” panggil Clara pelan. Jevian mengangkat ponsel ke telinganya. “Halo?” Nada suaranya berubah. Tidak lagi santai. Tidak lagi lembut. Ada ketegangan yang langsung muncul. “Apa?” Jevian menegang. Clara melangkah mendekat perlahan. Ia memperhatikan wajah Jevian yang pucat, alisnya mengernyit dalam, rahangnya mengeras. “Kapan?” suar

