Jevian masih memeluk Clara, seolah takut kehilangan momen sederhana itu. Clara membalas pelukan itu sebelum akhirnya melepaskan diri perlahan. Gadis itu berjalan menuju dapur dengan senyum lembut. Jevian mengikuti dari belakang, seperti anak anjing yang tidak mau jauh dari pemiliknya. Setiap langkah Clara membuat aroma wangi sabun mandi yang masih tertinggal di tubuhnya terhembus pelan, dan itu membuat Jevian merasa nyaman. Di dapur, Clara mulai menyiapkan bahan pancake coklat. Jevian duduk di kursi bar dapur, mengamati setiap gerakan kekasihnya. Tatapannya lembut, tenang, dan penuh rasa syukur. Setelah apa yang mereka lalui—ketakutan, ancaman, kekacauan—mampu berada di dapur sederhana dan menonton Clara memasak adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Clara mengaduk adonan, mencampur tepun

