Julian 162

855 Kata

Begitu mereka sampai di rumah, Ryujin langsung merasakan ada sesuatu yang berbeda di ruang tengah. Bukan karena suasananya—rumah tetap tenang seperti biasa—tapi karena ada satu benda besar yang jelas-jelas tidak ada di sana sebelum mereka pergi. Sebuah bungkusan kado. Besar. Sangat besar. Dibungkus rapi dengan kertas tebal berwarna lembut, dihiasi pita lebar yang tampak tidak main-main. Ukurannya hampir setengah tinggi sofa. Ryujin berhenti melangkah. Ia masih menggendong Jasmine yang setengah terlelap di bahunya. Matanya berpibndah dari bungkusan itu ke Julian, lalu kembali lagi ke bungkusan itu. “Kita kedatangan tamu?” tanya Ryujin pelan, nadanya penuh tanda tanya. Julian meletakkan tas kecil mereka di meja, lalu menoleh dengan ekspresi yang… terlalu tenang untuk seseorang yang jel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN