Julian 161

782 Kata

Pagi itu rumah terasa lebih tenang dari biasanya. Tidak ada balon berlebihan, tidak ada orang lalu-lalang, tidak ada suara ribut. Ryujin memang senngaja membuat semuanya sederhana. Ulang tahun pertama Jasmine ia putuskan untuk dirayakan kecil saja, berempat, bersama Julian dan Mama Farah. Di dapur, Ryujin menyiapkan beberapa bekal ringan. Tidak banyak. Buah potong, roti kecil, dan minuman. Ia sesekali melirik jam, lalu ke arah ruang tengah, memastikan Jasmine masjih bermain dengan tenang. “Jangan kebanyakan,” kata Farah dari kursi dekat meja makan. “Kita cuma piknik sebentar.” Ryujin mengangguk. “Iya, Mama. Aku juga nggak mau ribet. Takut Jasmine malah capek.” Farah tersenyum. “Kamu benar. Anak kecil itu gampang sekali lelah kalau terlalu ramai.” Julian masuk ke dapur sambil membawa t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN