Sore sudah berubah menjadi malam ketika rumah kembali tenang. Lampu-lampu taman di luar menyala lembut, menerangi halaman yang kini dijaga lebih ketat dari sebelumnya. Namun di dalam rumah, suasana terasa hangat dan jauh lebih damai dibanding hari-hari tegang sebelumnya. Ryujin berdiri di dekat jendela kamar mereka. Satu tangannya mengusap perutnya yang sudah terlihat jelas membesar. Gerakan tangannya lembut, hampir refleks, seolah menenangkan bayi di dalam kandungannya. Ia menghela napas panjang. Hari di taman tadi benar-benar membantu. Udara segar, tawa Jasmine yang berlari-lari, dan wajah Julian yang sedikit lebih santai membuat pikirannya terasa ringan. Ia tersenyum kecil sendiri. “Akhirnya keluar juga…” Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki berat menaiki tangga. Ryujin me

