Waktu berjalan pelan, tapi perubahan kecil di rumah itu terasa jelas dari hari ke hari. Jasmine sekarang sudah semakin aktif. Langkahnya makin mantap, tangannya makin sering menunjuk-nunjuk sesuatu yang menarik perhatiannya, dan yang paling memhbuat Julian serta Ryujin gemas adalah… suaranya. Pagi itu Ryujin sedang di dapur, menyiapkan s**u untuk Jasmine. Julian duduk di ruang tengah, membuka laptop sambil sesekali melirik ke arah putrinya yang sedang bermain di karpet dengan beberapa balok warna-warni. Jasmine berhenti bermain. Ia menoleh ke arah dapur, lalu ke arah Julian. Wajah kecilnya tampak berpikir keras. Bibirnya bergerak-gerak, seolah sedang menyusun sesuatu di kepalanya. “Pa…” katanya pelan, agak ragu. Julian langsung menoleh. “Hm?” Jasmine berdiri dengan susah payah, lalu b

