Pagi itu suasana di kamar rawat inap terasa berbeda. Cahaya matahari masuk lebih terang melalui jendela besar, menyinari lantai dan tempat tidur tempat Ryujin duduk bersandar dengan bantal tambahan di punggungnya. Wajahnya terlihat jauh lebih segar dibanding beberapa hari lalu, meskipun perban tebal masih melilit pahanya. Dokter yanhg selama ini menangani Ryujin berdiri di dekat tempat tidur sambil memeriksa berkas. Julian berdiri di samping Ryujin dengan tangan menyilang di d**a. Sementara itu Jasmine duduk di kursi kecil dekat jendela sambil memainkan boneka Barbie yang dibawanya dari rumah. Dokter menutup berkas itu dan menatap mereka. “Kondisinya sudah jauh lebih stabil.” Ryujin langsung duduk lebih tegak. “Jadi…?” Dokter tersenyum kecil. “Anda sudah boleh pulang hari ini.” Ry

