Udara di dalam gudang itu terasa semakin berat. Lampu gantung yang bergoyang pelan menimbulkan bayangan panjang di lantai beton, seolah mempertegas ketegangan yang memenuhi ruangan. Semua orang diam. Tidak ada yang bergerak. Bahkan suara napas pun terasa sepberti sesuatu yang terlalu keras untuk didengar. Julian berdiri tegak beberapa langkah dari Roberto. Pistol di tangannya sudah terangkat. Tidak bergetar. Tidak ragu. Tatapannya tajam, dingin, dan begitu tenang hingga justru membuat siapa pun yang melihatnya merasa lebih terancam. Wajahnya datar tanpa emosi, seolah keputusan yang akan diambil malam ini hanyalah bagian kecil dari rutinitas. Roberto menatap pistol itu. Kemudian menatap mata Julian lagi. Detik-detik terasa sangat panjang. Ia bisa merasakan jantungnya berdetak lebih

