Julian 207

887 Kata

Malam turun perlahan di atas kota. Lampu-lampu jalan menyala satu per satu, memantulkan cahaya kuning di aspal yang masih sedikit basah oleh hujan sore tadi. Di kawasan gudang tua di pinggir pelabuhan, suasana terasa sunyi—terlalu sunyi untuk tempat yang biasanya dipenuhi aktivitas. Sebuah gudang besar berdiri dengan pintu logam setengah terbuka. Di dalamnya hanya ada lampu gantung redup yang bergoyang pelan tertiup angin malam. Langkah kaki terdengar di lantai beton. Julian berjalan masuk. Jas hitamnya rapi seperti biasa, ekspresinya datar, tetapi aura yang keluar darinya membuayt udara di ruangan itu terasa lebih berat. Di belakangnya berdiri beberapa anak buahnya yang menjaga jarak, sementara orang-orang Roberto sudah dilucuti dan dipaksa berdiri di sisi lain gudang. Di tengah rua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN