Pagi itu udara terasa segar setelah semalaman hujan ringan mengguyur kota. Tanah di halaman depan rumah Julian masih sedikit lembap, aroma tanah basah bercampur dengan wangi daun-daun hijau yang terkena air. Matahari belum terlalu tinggi, sinarnya lembut menyentuh taman kecil yang Ryujin rawat dengan penuh perhatian sejak beberapa bulan terakhir. Ryujin berdiri di antara pot-pot bunga yang berjajar rapi di dekabt jalur batu taman. Ia mengenakan dress rumah longgar, rambutnya diikat sederhana, satu tangan memegang selang air yang mengalir lembut ke tanah. Air mengalir pelan membasahi akar tanaman. Ryujin tersenyum kecil. “Akhirnya hujan juga semalam,” gumamnya pelan sambil mengusap perutnya yang sudah semakin besar. Di dalam rumah, Jasmine sedang bermain di ruang keluarga bersama salah

