Julian 213

1746 Kata

Siang itu rumah terasa hangat dengan cahaya matahari yang masuk dari jendela besar ruang keluarga. Setelah sarapan pagi yang penuh tawa karena ulah Jasmine, suasana perlahan kembali tenang. Jasmine kini duduk di karpet, sibuk dengan boneka Barbie dan beberapa balok kecil, sesekali menggumam sendiri seolah sedang berbicara dengan dunianya sendiri. Ryujin duduk di sofa dengan posisi sedikit menyandar, satu tangan mengusap perutnya yang membesar, sementara kaki yang masih diperban disangga bantal kecil. Wajahhnya terlihat lebih segar dibanding hari-hari sebelumnya, tetapi ada satu ekspresi yang perlahan muncul. Ekspresi bosan. Ia menatap meja. Lalu ke dapur. Lalu kembali ke arah Julian yang sedang duduk membaca sesuatu di tablet. “Julian…” Suara itu pelan, tapi penuh makna. Julian lan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN