94~BC

1511 Kata

“Tarik napas, tenang,” pinta Altaf setelah menceritakan obrolannya dengan Felix kemarin dan membeberkan isi dari berkas yang dibawanya. Wajah Cinta sudah mengeras, emosi adiknya itu terlihat akan meledak. Tangannya di pangkuan sudah mengepal dan kilatan matanya pun menunjukkan amarah yang hampir tidak terbendung. “Minum dulu,” pinta Alma sambil mengusap punggung Cinta dan menyodorkan segelas air hangat pada menantunya. Sebelum Altaf bicara dengan Cinta, Danuar meminta Alma untuk menemani pertemuan kakak dan adik itu. Karena disadari atau tidak, Cinta tidak pernah membantah Alma dan selalu menuruti perkataan mama mertuanya. “Mama tau masalah ini beresiko membuat kamu stres,” ucap Alma masih mengusap pelan punggung Cinta, “tapi, lebih baik kamu tau sekarang dari Altaf, daripada kamu ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN