“Tante Alma sama om Danuar tadi malam ke sini,” ucap Altaf ketika Ciara tengah menyantap bubur untuk sarapan paginya, “tapi kamu tidur, jadi, mereka titip salam aja.” “Cuma mereka berdua?” “Jangan berharap lebih,” balas Altaf tegas lalu mengalihkan topik obrolan karena ia tahu apa yang Ciara maksud, “kalau kamu sudah sehat, aku mau kamu pergi ke psikolog. Ranu lagi nyari yang dekat dengan apartemen, biar nggak terlalu jauh.” Altaf melihat jam tangannya. Sejak tadi, ia menunggu Ranu yang rencananya akan datang bersama Naifa dan Raksa. “Aku cuma nanya, nggak berharap lebih.” “Dan nggak perlu ditanyakan juga.” Selera makan Ciara hilang seketika. Ia meninggalkan buburnya yang masih tersisa separuh, lalu kembali berbaring. “Harusnya, aku nggak perlu dibawa ke rumah sakit. Biarin aja mat

