“Benar, istriku meninggal hampir delapan tahun yang lalu,” ucap Felix tenang saat menjawab pertanyaan pertama Dinda, “tapi, enam bulan sebelumnya kami sudah resmi bercerai dengan proses yang lumayan panjang dan melelahkan.” “Sekali lagi maaf, tapi … kenapa sampai cerai?” tanya Dinda hati-hati, karena masalah ini cukup sensitif. Meski sudah mengetahui hal tersebut dari Alma, tetapi tidak lega rasanya jika tidak mendengar langsung dari mulut pria itu. “Nggak perlu minta maaf,” ujar Felix, “semua pertanyaan ini wajar untuk dilontarkan. Lebih baik semua terbuka sejak awal dan kamu tau langsung dari aku.” “Tapi tetap aja nggak enak kalau nggak minta maaf,” ucap Dinda meringis kecil. “Kalau begitu minta yang lain aja.” Dinda mengerut dahi. “Minta apa?” “Minta dinikahi, misalnya.” Dinda l

