119~BC

1480 Kata

“Aku nggak enak sama Dinda,” ungkap Cinta setelah mengakhiri pembicaraan dengan mama mertuanya setelah melakukan pemeriksaan. “Padahal belum makan-makan sama tiup lilin, tapi acaranya sudah bubar duluan.” “Terus mau gimana? Baby Cibi mau minta keluar,” ujar Bias hanya bisa memandang Cinta yang tengah menggoyangkan pinggul ke kiri dan ke kanan. Sesuai instruksi perawat, untuk mempercepat pembukaan. “Jatah jengukku aja sampe harus … haahhh, habis ini puasa 40 hari pula.” Cinta mengatur napas. Setelah lelah menggoyangkan pinggulnya, ia berjalan menghampiri Bias yang tengah makan pizza di sofa. “Yang dipikir cuma jatahnya aja.” Cinta menunjuk pizza yang ada di meja. “Ambilin.” “Hm.” Bias mengambil satu potong pizza, lalu menyerahkan pada Cinta. Namun, belum sempat sang istri mengambil piz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN