107~BC

1328 Kata

“Ke mana Altaf?” tanya Cinta hanya melihat Dinda datang seorang diri ke kafe. “Sama kayak kemarin, yang punya tau-tau nongol,” ujar Dinda meletakkan paper bag pemberian Altaf di samping Cinta, kemudian ia duduk di sampingnya. “Kira-kira Ranu cemburu nggak, ya? Aku jadi nggak enak. Soalnya sudah dua kali ini dia mergokin aku sama Altaf.” “Kalau aku, sih, pasti curiga,” jawab Cinta menggeser buku menu kehadapan Dinda. Ia dan Vanya sudah memesan lebih dulu, jadi tinggal menunggu gadis itu memesan makanannya, “Udah mikir yang macem-macem.” “Tapi, kan, aku nggak ada niat godain Altaf.” Dinda melambai pada salah satu pelayan. “Tapi kalau dia ternyata tergoda, gimana coba?” Cinta meringis pada Dinda. Ia berkata seperti itu, karena Altaf beberapa kali membahas masalah Dinda dengannya. Dinda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN