ASEAN-- 'Tok! Tok! Tok! “Dok … dicariin dokter Reyhan.” Aku menoleh ke arah pintu yang sudah setengah terbuka. Kepala suster Indah menyembul ke dalam. Wanita itu tersenyum lebar, setelah memberitahu kedatangan dokter Reyhan. “Masuk saja, Dok. Kenapa harus izin dulu sama suster Indah,” godaku. Aku tentu tahu arti senyum dari wanita muda dengan seragam putih-putih itu. Dokter Reyhan itu termasuk salah satu dokter yang difavoritkan para suster di rumah sakit ini. Perawakan dokter Reyhan itu tinggi, dengan tubuh yang tidak terlalu besar. Wajahnya tergolong tampan. Tak heran jika banyak suster yang menggilai dokter single yang satu ini. Dokter Reyhan melirik suster Indah saat melewatinya. “Dia sudah seperti bodyguard yang berjaga di depan pintu,” ujarnya, sambil melangkah masuk ke dalam

