53. Aturan yang Dibuat Nathaniel

1418 Kata

Suasana kamar rawat itu terasa begitu mencekam saat Nathaniel berdiri di ujung tempat tidur dengan kedua tangan terbenam di saku celana. Matanya menatap Joceline dingin, seolah sedang melihat orang asing yang baru saja membuat suasana hatinya memburuk. ​“Ayo pulang. Aku sudah mengurus administrasimu,” ucap Nathaniel tak ingin basa-basi. ​Joceline yang sedang mencoba duduk di tepi ranjang menoleh pelan. Wajahnya masih sangat pucat. “Terima kasih. Kamu tidak perlu menjemputku sebenarnya, aku bisa pulang sendiri.” ​Nathaniel mendengus sinis, senyum meremehkan tersungging di bibirnya. “Jangan besar kepala, Jo. Aku datang ke sini hanya karena Mama yang memaksaku. Dia tidak berhenti menangis dan mengancam tidak akan makan jika aku tidak menjemputmu.” ​Joceline menunduk, meremas pinggiran s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN