52. Sosok yang Mengerikan

1370 Kata

Hampir tengah malam, dan keheningan di dalam ruangan kerja itu terasa mencekik, jauh lebih dingin daripada udara malam yang merayap di luar jendela kaca. Nathaniel masih duduk di kursi kebesarannya, menatap kosong ke arah deretan lampu kota yang berkelap-kelip. Gelas scotch keduanya sudah kosong, namun rasa panas di tenggorokannya tak mampu membakar habis kalimat-kalimat Joceline yang terus berputar di kepalanya seperti kaset yang lama rusak. “Aku bersedia bercerai dengan Nathaniel setelah anak ini lahir, aku akan menyerahkan anak ini kepadanya dan pergi sejauh mungkin tanpa pernah kembali.” Setiap kali kalimat itu terlintas, Nathaniel mencengkeram pinggiran meja marmernya hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol. Dadanya terasa sesak, seolah oksigen di ruangan itu telah habis.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN