49. Ruang Penyiksaan

1745 Kata

Maxim menatapnya. Lama. “Ada sesuatu yang harus kau lihat sebelum kembali!!" Gwen mengernyit tipis. “Sekarang?” “Sekarang!!" Nada suaranya tidak keras. Tapi final. Mobil hitam itu melaju tanpa suara, meninggalkan pusat kota menuju gedung Romano yang berdiri dingin dan tertutup. Gwen duduk diam. Ia bisa merasakan perubahan di udara. Maxim tidak menyentuhnya seperti biasanya. Tidak menggenggam tangannya. Tidak berbicara. Ia sedang memutuskan sesuatu. Ketika mobil berhenti di parkiran bawah tanah, Gwen menoleh. “Maxim … apa ini?” Maxim keluar lebih dulu, lalu membuka pintu untuknya. Tatapannya bukan dingin. Tapi berat. “Kalau kau memilih tetap di sisiku,” katanya rendah, “kau harus tahu semuanya. Bukan hanya sisi yang bisa kau terima.” Jantung Gwen berdetak lebih cepat. Namun ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN