27. Adegan Mesra di pagi hari

1673 Kata

Gwen berdiri di depan cermin. Setelan kemeja putih dengan rok hitam, membingkai tubuhnya dengan tegas, tanpa perhiasan berlebihan. Rambutnya disanggul rapi, menyisakan beberapa helai yang sengaja dibiarkan jatuh, cukup lembut untuk menipu, cukup liar untuk mengingatkan siapa dirinya. Ia menatap pantulan wajahnya lama. Perempuan yang menatap balik bukan lagi Gwen yang pergi dengan diam-diam dan bersembunyi lagi. Perempuan ini datang dengan nama, bukti, dan kekuasaan. Maxim menghampiri Gwen yang berdiri di depan cermin besar. Pagi masih muda, kabut tipis menggantung di taman, membuat mansion terlihat lebih sunyi dari biasanya. Ia berdiri di belakang Gwen, lalu memeluknya dari belakang, lengan kuatnya melingkar di pinggangnya. Pelukan itu mesra, protektif bukan untuk menahan, melainkan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN