52. Tawaran Indira

1929 Kata

Jam makan siang tiba. Kantin kantor mulai dipadati karyawan yang berduyun-duyun mencari makan. Suara langkah kaki bercampur dengan aroma makanan, membuat suasana seolah berubah menjadi pasar kecil yang ramai. Di antara kerumunan itu, Lidya berdiri tegap sambil menatap sekeliling dengan rasa gelisah. Sejak pagi, wanita itu tidak tenang. Terlalu banyak kebetulan yang terjadi. Terlalu banyak momen di mana ia melihat Arman bersama Indira. Lidya merasa semuanya itu tidak bisa dianggap angin lalu. Dan sekarang, di jam makan siang ini, Lidya ingin memastikan sesuatu. Sengaja ia mencari Indira sebab sejak tadi tidak berhasil menanyai Arman. Namun begitu ia melangkah ke seluruh sudut kantin, meja demi meja ia lewati, hasilnya nihil. Tidak ada Indira. Tidak ada juga Arman. Lidya mendesis frust

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN