Mungkin ini adalah keputusan yang salah sebab mata Indira malah tak dapat memejam karena keberadaan Arman. Pria itu sudah berbaring di sampingnya, dengan dipisahkan oleh guling tentunya. Namun, karena Indira belum terbiasa tidur bersama seorang lelaki, seperti ada rasa was-was dan khawatir jika nanti ia memejamkan mata apakah Arman tidak akan macam-macam padanya. Hela napas panjang Indira ternyata terdengar oleh telinga Arman. Pria itu sebenarnya juga sama saja dengan Indira. Kesulitan memejamkan mata. Jika Indira ketakutan, lain dengan Arman yang justru kesusahan mengatur degup jantungnya. "Kamu belum tidur, In?" tanya Arman pada akhirnya. "Belum. Tapi ini sudah mau tidur kok." "Oh, ya sudah. Good night." Hening untuk sejenak. Indira tidak membalas ucapan Arman tapi kemudian wanita i

