86. Kehidupan Baru Yang Tumbuh Diam-diam Dalam Rahim Indira

1574 Kata

Usai makan malam Indira langsung masuk ke dalam kamar. Hari ini telah banyak yang ia lalui dan semua telah menyita energinya. Arman pun sama, tidak ada lembur seperti biasa. Pria itu menyusul istrinya. Mereka saling berpelukan sembari menceritakan banyak hal yang telah mereka lalui dalam satu hari ini. Lampu kamar utama telah diredupkan, hanya cahaya temaram dari lampu tidur yang menerangi wajah Indira dan Arman yang sudah berbaring berdampingan. Suasana hening, nyaman, dan hangat setelah hari-hari panjang yang melelahkan. Indira memiringkan tubuhnya, menatap langit-langit sejenak sebelum akhirnya berbicara pelan. “Mas.” “Iya?” “Tadi sore, waktu pulang kantor, saya seperti melihat Ayushita.” Arman mengernyit. “Ayushita?” "Iya. Di jalan. Rambutnya berantakan, bajunya lusuh. Dia ketaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN