Ingat, tidak? Dulu Rea diteror ibu untuk segera membawakan menantu, sampai-sampai ibu bilang 'yang penting punya burung.' Rea paham, sih. Tekanan dari lingkungan sekitar yang membuat ibu demikian. Rea memilih mengambil titik pemahaman alih-alih pertentangan. Rea tanggapi sesantai mungkin walau sebetulnya agak mengganggu. [Mana mantu Ibu?] [Kapan kamu bawain mantu buat Ibu?] [Mama Nathan cucunya udah tiga, Ibu mantu pun belum ada.] Seperti itu. Tanpa terasa waktu sudah jauh membawa Rea beserta kisahnya. Dia yang patah hati parah oleh perlakuan Jonathan, mendapatkan sosok seperti Jayakarsa. Tidak sempurna, sih. Jaya memiliki satu hal yang fatal andai Rea tak bisa menerima kekurangannya. Namun, Rea bukan sosok segala sesuatu harus sama dengan apa yang diinginkan. Rea belajar banyak t

