"Bu Santi!" Baru mau mangap, namanya dipanggil dan itu oleh besan. "Iya, Jeng?" Vannya auto mendesiskan cebikan, lalu melenggang. Sampai saat melewati mama Jaya, Vannya katakan, "Pamit pulang dulu, Tan." "Oh, iya, iya. Nanti ikut ke Banyuliang, kan? Resepsi di sana." Vannya melirik Santi Sulastri, lalu menunjukkan senyum sebelah bibir. Duh, rasanya ingin di-hih gitu sosok tersebut. Ibu Rea gemas pol atas sosok sepupu Jaya. Bisa-bisanya ada manusia semenyebalkan itu! "Kalau sempat, ya, Tan." Sembari cupika-cupiki dengan tantenya. Mengabaikan kejadian beberapa saat lalu ketika Mama Ella mengajaknya bicara empat mata, padahal itu cukup membuat Vannya kesal. Soalnya Mama Ella menyinggung sampai ke hal tersensitif. "Bu Santi, ikut saya, yuk!" ajak mama Jaya, menghampiri besan yang suda

