134 | Tamu Jauh

1215 Kata

"Bu Santi, cabai merahnya kurang!" "Kurang gimana, Bu? Perasaan beli banyak—oh, itu, tuh! Ini, Bu. Keumpetin cabainya." "Bu Santi! Ada tamu jauh, tuh." Duh ... Rea pening. Rumah hijau sage sedang ada acara besar, tetangga berdatangan menjadi pengobeng, maka dari itu Rea pun datang dari Jakarta. Hanya saja, Rea sendiri. Suami menyusul nanti. Rea ke sini diantar Pak Lili, tentunya dengan Aylin juga, sih. Jadi, bisa dibilang nggak sendiri-sendiri amatlah, ya. Oh, betul! Aryo mau nikah. Tak terasa kisahnya sampai di titik ini. Usia Aylin bahkan hampir satu tahun sekarang. By the way, ini Rea pening betulan. Perut juga dirasa tak nyaman. Argh! Gawat. Masa meriang, sih? "Asalamualaikum ...." "Bu Santi! Tamu jauh, Bu!" Suara lantunan salamnya terdengar tak asing, Rea berasa kenal deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN