⚠️Intuisi Pewaris De Luca ⚠️

1519 Kata

Restoran itu terang oleh lampu gantung kristal, musik lembut mengalun di sudut ruangan. Arielle duduk dengan tenang, meski jantungnya terus berdegup tak beraturan. Di sampingnya, Leon menempel erat, seolah takut ia akan menghilang jika ia lepaskan sedetik saja. Bocah itu meraih tangan Arielle, jarinya kecil tapi genggamannya kuat. Alvaro duduk di sisi seberang, matanya sesekali mengawasi dengan tajam, lalu kembali menatap piring steak yang baru saja dihidangkan. Sehan, sepupu jauh Alvaro yang tiba-tiba muncul di mall, kini duduk di kursi seberang Leon. Sorot matanya tajam, dalam, namun bibirnya menyunggingkan senyum santai seakan pertemuan ini biasa saja. “Kenapa seorang De Luca bisa ada di mall seperti ini?” Sehan membuka percakapan, nadanya ringan, tapi menusuk. “Dan jangan tersinggung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN